Rabu, 06 April 2016

LA MARIEE MENDUKUNG PROGRAM GENERASI BERENCANA

Isu kependudukan merupakan isu yang sangat kompleks untuk dibahas dengan ruang lingkup yang sangat luas. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 didunia dengan lebih dari 237juta penduduk menurut sensus penduduk tahun 2010 (BPS:2010). Di samping kompleksnya isu perpolitikan, kesehatan, pemerintahan, pendidikan dan sebagainya, semuanya memiliki keterkaitan dengan kependudukan di Indonesia. Dengan sepertiga dari total populasi di dominasi oleh usia produktif, dalam beberapa dekade mendatang, Indonesia akan memasuki masa bonus Demografi dimana jumlah usia produktif akan mendominasi hingga ke titik tertinggi. Pada kesempatan tersebut, jika Indonesia mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang baik, maka pembangunan Indonesia akan menjadi luar biasa dan menjadi negara maju. Jika kita mampu seperti tiongkok dan korea selatan yang sukses  enjadi negara maju dengan memanfaatkan bonus demografi, maka kita akan menjadi negara maju. 
Yang menjadi permasalahannya yaitu apakah generasi muda saat ini yang akan menjadi agen utama pada fase bonus demografi sudah siap? Jika kita berbicara mengenai konteks pendidikan dan kesehatan, sudah tampak progresifnya pemerintah dalam menggemburkan persiapan pada 2 dua konteks tersebut. Yang menjadi masalah utama yang tidak banyak tersentuh adalah pada permasalahan kependudukan. Beberapa data di bawah memperlihatkan masalah-masalah yang terjadi pada remaja dari usia 10-24 (BKKBN).
Data SKRRI 2007 Hubungan seks pranikah 1.3% usia 15-19 dan 1.4% usia 20-24. Remaja perempuan 4% usia 15-19 dan 11% usia 20-24 remaja laki-laki. Alasan remaja perempuan berhubungan seks: 38% terjadi begitu saja; 21% dipaksa pasangan; 7% Ingin tahu dan akan segera menikah; 4% dipengaruhi teman. Penggunaan kondom: 3% - 18%. Data SKRRI tahun 2012: 23% remaja wanita & 36 % remaja pria menganggap bahwa wanita tidak perlu mempertahankan keperawanannya sebelum menikah. 3 dari 5 remaja pria merokok saat survei. 11% remaja wanita & 6% remaja pria yang mengetahui VCT. 20% remaja wanita & 17% remaja pria tidak bersedia merawat anggota keluarga yang menjadi ODHA. Data Kemenkes RI menunjukkan secara kumulatif kasus HIV & AIDS tahun 1987 s/d September 2015 sebesar 184.929  kasus HIV & 68.197 kasus AIDS. Presentase kumulatif  kasus AIDS 32 % terjadi pada kelompok usia 20 – 29 tahun. Presentase kumulatif  kasus AIDS 3% terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun. Presentase AIDS pada laki-laki 54% dan perempuan 31%. Kasus AIDS paling banyak terjadi pada Ibu Rumah Tangga (9096), karyawan (8287).
Beberapa data diatas sekiranya cukup untuk menunjukkan betapa urgennya situasi remaja saat ini. Dalam menanggulangi masalah tersebut, pemerintah Indonesia melalui BKKBN atau singkatan dari Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional. BKKBN secara khusus mengkaji, menemukan, mencari solusi untuk isu yang berkaitan dengan kependudukan. Salah satu program BKKBN yang berfokus pada isu remaja adalah program Generasi Berencana (GenRe). Kampanye program GenRe sangat gencar di lakukan oleh BKKBN dengan sasaran prioritas adalah remaja yang masih di bangku sekolah hingga remaja yang tidqk sekolah. 
Kampanye ini sekiranya sangat penting untuk didukung secara penuh sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mengatasi isu kependudukan. La Mariee mendukung program kampanye ini karena secara substansial, La Mariee adalah bisnis yang bergerak di bidang yang berkaitan dengan kependudukan. Sehingga, dengan semakin banyaknya pihak yang bekerjasama membantu pemerintah maka masalah kependudukan dapat di tekan dengan lebih baik. 
Pada akhirnya, La Mariee juga mengajak semua pihak untuk ikut serta dalam mendukung kampanye GenRe ini dalam upaya mempersiapkan generasi yang siap menikmati bonus demografi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar